haha69
haha69
haha69
haha69
haha69
haha69
Menhan segera menyelesaikan kelanjutan pesawat tempur KF-21

Menhan segera menyelesaikan kelanjutan pesawat tempur KF-21

Read Time:2 Minute, 16 Second

Jakarta (Antara) – Menteri Pertahanan (Minhan) Prabowo Subianto memastikan dalam waktu dekat akan menyelesaikan masalah tunggakan utang Indonesia dalam proyek kerjasama pembuatan Pesawat Tempur KFX/IFX KF-21 Boramae.

“Saya kira ini akan selesai dalam waktu dekat karena ini keputusan presiden,” kata Prabowo menjawab pertanyaan Antara saat jumpa pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (6/7).

Prabowo melanjutkan, pihaknya berencana mengupayakan sinkronisasi antara proyek pembuatan pesawat tempur yang berada di bawah kewenangan Kementerian Pertahanan dengan pengaturan anggaran yang berada di bawah kewenangan Kementerian Keuangan.

“Saya kira nanti kita sinkronkan antara Kementerian Keuangan dan Kementerian Pertahanan,” kata Prabowo.

Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan bekerja sama mengembangkan pesawat tempur generasi 4,5 yang diyakini memiliki kemampuan mendekati pesawat siluman terdepan dunia saat ini. Hasil kerjasama KFX/IFX (Korea Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperiment) diberi nama KF-21 Boramae. Dalam kerja sama jangka panjang ini, pemerintah Korea Selatan membiayai 60 persen proyek pengembangan pesawat tempur, sedangkan pemerintah Indonesia 20 persen, dan Korea Aerospace Industries (KAI) 20 persen.

Pengembangan KF-21 Boramae masih dalam tahap ini Pengembangan dan manufaktur teknik (EDM) yang diperkirakan akan berlangsung hingga 2026. Setelah itu, pesawat tempur tersebut akan memasuki tahap produksi massal.

Baca juga: Menhan Sebut Jam Terbang 12 Unit Mirage 2000-5 Hanya 30 Persen
Baca Juga: Menhan Evaluasi Hercules Super C130J Kedua Sesuai Harapan

Indonesia berencana membeli 48 unit KF-21 Boramae dalam program bersama, sedangkan Korea Selatan akan membeli 120 unit.

Dalam proyek ini, Indonesia tidak hanya membeli pesawat tempur dari Korea Selatan, tetapi juga mencari alih teknologi dari pengembangan pesawat tempur KF-21 Boramae.

Oleh karena itu, pemerintah Indonesia telah mengirimkan, menurut situs resmi Kementerian Pertahanan, tidak kurang dari 37 orang ahli dan teknisi, selain dua orang. pilot uji Sertifikat internasional dari TNI AU untuk mendapatkan alih teknologi di Korea Selatan.

Pemerintah Indonesia berencana mengirim 100 ahli/teknisi model rotasi ke Korea Selatan untuk transfer teknologi dari 2021 hingga pertengahan 2026.

Namun, Indonesia masih tertinggal US$671 juta dari total komitmen US$1,3 miliar untuk mendanai usaha patungan dengan Korea Selatan.

Terkait pembayaran ini, Wakil Menteri Pertahanan M. Herindra menegaskan pada awal tahun 2023 bahwa KFX/IFX merupakan program nasional sehingga pemenuhan mekanisme pembayaran dilakukan Perjanjian pembagian biaya (CSA) akan menjadi tanggung jawab bersama dari semua kementerian terkait.

Peraturan Presiden No. 136/2014 tentang Program Pengembangan Pesawat Tempur IF-X mengatur kementerian terkait antara lain Kementerian Pertahanan, Kementerian Keuangan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perindustrian, Kementerian BUMN, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pendidikan, Kementerian Riset dan Teknologi, Panglima TNI, dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BABINAS).) .

Dalam peraturan yang sama, Pasal 23 Perpres No. 136/2014 mengatur masalah pembiayaan, yaitu pembiayaan rencana CSA untuk proyek pesawat tempur ditanggung oleh APBN sesuai dengan kemampuan keuangan negara.

Pemberita: Jinta Tenri Mawangi
Editor: Heri Subanto
Hak Cipta © Bean 2023

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Ganjar Pranowo dianugerahi Penghargaan Satyalencana Wira Karya Previous post Ganjar Pranowo dianugerahi Penghargaan Satyalencana Wira Karya
Saham Inggris turun untuk hari keempat, dan indeks FTSE 100 turun 2,17 persen Next post Saham Inggris turun untuk hari keempat, dan indeks FTSE 100 turun 2,17 persen